Pembangunan Mushola "Tarbiyatul Ijtimaiyah"

Dibangun dengan dana swadaya masyarakat yang dimodali madrasah Rp. 6.000.000,- namun dapat menggugah keinginan masyarakat setempat untuk menyumbangkan dana, pikiran, tenaga, konsumsi. Total Swadaya 85.000.000,- Semoga berkah diterima allah SWT

IDUL ADHA 2014

Merayakan hari Raya Idul Adha sebagai Implementasi Suratt Al-Kautsar serta pemberian pendidikan ketauladanan Nabi Ibrahim as.

MI MINHAJUL HUDA, PLOSOBUDEN

Membangun Generasi berwawasan internasional dengan pendekatan pembelajaran terkini dan berbasis teknologi .

PSM = MBM (Manajemen Berbasis Madrasah)

Salah satu indikator Impelementasi MBS/M adalah peranan dari masyarakat pada pengelolaan lembaga pendidikan. dalam upaya peran serta masyarakat MI Minhajul Huda bekerjasama dengan masyarakat dalam perencanaan, pengelolaan dan pelaporan pendanaan yang didapatkan dari berbagai sumber yang masuk ke Lembaga .

MANASIK HAJI Se-Kecamatan Deket

Ibadah haji sebagai rukun Islam kelima tidak akan dimenegerti oleh anak didik manakalah hanya diberikan melalui pembelajaran konvensional tanpa melakukan praktek. Dalam rangka memberikan pengetahuan yang dapat membekali anak didik MI Minhajul Huda bekerjasama dengan KKM dan Pengawas PPAI KEc. Deket melaskanakan manasik Haji pada tanggal 30 September 2014 .

Rabu, 03 Desember 2014

PMA Nomor 43 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pembayaran Tunjangan Profesi Guru Bukan PNS

DISINI Dengan dukungan pemerintah terhadap kesejahteraan guru dalam proses pembelajaran di lingkungan pendidikan baik negeri ataupun swasta salah satunya adalah dengan adanya tunjangan profesi bagi guru. Keberpihakan pemerintah terhadap pendidikan ini khususnya kepada guru sudah mulai terwujud dengan berbagai program TFG misalanya. TFG diberikan kepada guru swasta untuk menambah kesejahteraan agar setara dengan pegawai Negeri Sipil (PNS) yang teah menerimah gaji dari negara sesuai dengan pangkatnya. Meskipun Besarannya tidak seberapa namun dirasa ini membantu bagi guru khususnya bagi guru. Berikut adalah tata cara pembayaran TFG Bukan PNS yang tertuang dalam PMA 43 Tahun 2014. Semoga manfaat

PETUNJK BSM 2014

Assalamualaikum, Wr. Wb Kepada Pengelolah lembaga pendidikan madrasah jenjang MI, MTs dan MA di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Lamongan. berkaitan dengan bebeapa pertanyaan yang masuk ke kantor Pendma Kabupaten Lamongan perihal Petunjuk Teknis Pengelolaan Bantuan Siswa Miskin (BSM) berikut kami sampaikan petunjuk tersebut. Semoga dapat dipergunakan dalam pengelolaan dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) tersebut sebagaimana yang di anjurkan oleh lembaga madrasah baik MI, MTs dan MA sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pengelolaannya. demikian kami sampaiakan, wassalamualaikum, Wr. Wb Petunjuk Teknis pengelolaan dapat di unduh disini

Minggu, 16 November 2014

EMIS Semester Ganjil 2014/2015

Perencanaan adalah tonggak utama dalam ketepatan pembangunan baik secara fisik maupun non fisik. dengan adanya perencaan yang tepat dimungkinkan sangat besar ketepatan dari pelaksanaan sebuah kegiatan baik tingkat lokal maupun nasional. keberadaan data dari lembaga yang ada di daerah dapat dilihat dari data EMIS Kementerian Agama untuk lingkungan Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah. Oleh karena itu pendataan sebagai pbahan peenntuan kebijakan diharapkan memiliki tingkat kevalidan dan ketepatan agar perencanaan yang akan dibuat dapat sesuai dengan yang diharapkan. berikut pemberitahuan pendataan dilingkungan kementerian agama terkait EMIS. Pendataan tersebut memiliki petunjuk agar sesuai dengan harapan perencana di tingkatan pusat. berikut petunjuk pengisian emis 2014/2015

Kamis, 30 Oktober 2014

POTRET HASIL KEBIJAKAN

Dalam perjalannku 17 Januari 2014
Mengawali perjalanan ke malang kali ini sungguh menyayat hati manakalah melihat potret pemuda yang gagah nan cakep melakukan aksi di tengah penumpang bus yang mengantarkanku ke Malang. Entah kenapa hati ini ingin menuliskan meskipun tiak kali ini saja saya berngkat ke malang, satu minggu sekali dengan rutinitas belajar saya pergi ke malang, nemun ada yang unik dengan keberangkatanku kali ini yakni "PEMUDA GANTENG nan GAGAH MENGAMEN" menjadi inspirsai tersendiri sebagai awal tulisan ini dengan harapan pemilik kebijakan menyadari bahwa manfaat kebijakan yang mereka buat belumlah di nikmati seluruh rakyat negeri ini khsusunya para pemuda "pengamen". Tulisan ini juga terisnpirasi dari kalimat KH. Yusuf Mansur pengelola Pondok pesantren Arrisalah Booarding School dimana saya pernah belajar "Inna fi Yadi Su'Bani Ammru Lilummati Wa Fi aqdamiha Khayataha" kurang lebih saya mengartikan bahwa "sesungguhnya ditangan pemuda terdapat urusan masyarakat dan di tang merekalah keberlanjutannya". Fenomena pemuda ganteng, ngamen terbalik dari apa yang saya kutip dari KH. Yusuf Mansur tersebut di atas. pemuda yang masih memiliki energi, pikiran yang sebetulnya bisa di dayakan untuk kepentingan dan pekerjaan selain "ngamen", dengan memiliki produktifitas yang lebih dari pada usia 50an keatas pemuda "pengamen" ini manakalah mendayakan energi dan pikirannya akan memiliki penghasilan lebih dari sekedar uang receh yang diberikan oleh beebrapa penumpang. jikalau kita contohkan 1% saja pemuda yag semcam ini dibiarkan oleh pemerintah "apa jadinya" masyarakat kita kedepan. Persaingan di depan mata, tahun 2015 AFTA di berlakukan di Indonesia. dengan permberlakukan ini pastilah pemuda "pengamen" ini akan menjadi tersingkirkan oleh dunia. Meskipun pemuda "pengamen" sebagaimana yang saya sebutkan di atas tidak sendiri disebabkan beberapa hal : 1. Tidak ada pekerjaan yang sesuai dengan kulifikasi pendidikannya (tamatan SMP/SMA) 2. Pekerjaan/ usaha yang tidak membutuhkan biaya besar 3. tidak adanya peraturan/ wadah bagi mereka yang menekuninya (SENIMAN) dengan pengharagaan yang sepadan To be Continue...........

Rabu, 29 Oktober 2014

Hebatnya Sinergi dalam pembentukan Kerjasama Kreatif dalam Pendidikan

Sering terdengar kata-kata Sinergi yang terlontar sengaja atau tidak sengaja dalam momen-momen kelompok, seperti Training and Motivation, Coaching and Counseling, Reinforcement bahkan dalam sesi Meeting. Pembicara yang mungkin sebagai Top Management di wilayahnya atau mungkin seorang Manager dalam suatu Department, sering melontarkan kata “SINERGI” (Synergy). “Kita harus sinergi kalau ingin mencapai target”, “Kalau tidak sinergi bagaimana kita bisa achieve”. Itulah beberapa statement mengenai Sinergi yang terdengar dalam Meeting-meeting Manajemen. Definisi Sinergi Sinergi (Synergy) adalah bentuk Kerjasama Win-win yang dihasilkan melalui Kolaborasi masing-masing Pihak tanpa adanya Perasaan Kalah. Menurut Stephen Covey dalam bukunya 7 Habits of Highly Effective People, jika 1 + 1 = 3, maka itulah yang disebut “Synergy”. Sinergi adalah saling mengisi dan melengkapi perbedaan untuk mencapai Hasil Lebih Besar daripada Jumlah bagian per bagian. Konsep ber-Sinergi diantaranya adalah berikut ini: - Ber-Orientasi pada Hasil dan Positif - Perspektif beragam mengganti atau melengkapi Paradigma - Saling Bekerjasama dan ber-Tujuan Sama serta adanya Kesepakatan - Sangat Efektif diusahakan dan merupakan suatu Proses Melalui Sinergi, kerjasama dari Paradigma yang berbeda akan mewujudkan hasil Lebih Besar dan Efektif sehubungan Proses yang dijalani menunjukkan Tujuan yang Sama dan Kesepakatan demi Hasil Positif. Contoh yang sering kita lihat dari konsep Sinergi yakni: 1 + 1 = 3 –> Sinergi 1 + 1 = 1 ½ –> Kompromi 1 + 1 = < 1 –> Sinergi Negatif (Anergi) Ber-Sinergi berarti Saling Menghargai Perbedaan Ide, Pendapat dan bersedia saling berbagi. Ber-Sinergi tidak mementingkan diri sendiri, namun berpikir menang-menang dan tidak ada pihak yang dirugikan atau merasa dirugikan. Ber-Sinergi bertujuan memadukan bagian-bagian terpisah. karenanya banyak yang mengatakan bahwa kerjasama Tim adalah Sinergi utnuk mencapai tujuan. Tips Membangun Sinergi Sinergi adalah proses yang harus dilalui masing-masing pihak, yang mana perlu waktu dan konsistensi. Hal-hal yang perlu dilakukan untuk membangun Rasa Saling Percaya sehingga Sinergi terbangun sebagai Kerjasama Kreatif diantaranya: - Berbuatlah kepada orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan orang lain - Jangan menilai buruk terhadap pihak lain - Jangan memberikan Janji yang Anda tak yakin memenuhinya - Jangan mengecewakan harapan orang lain Mewujudkan Sinergi adalah Keberhasilan Bersama yang terbina dari Kebiasaan. Mewujudkan Sinergi bukan berarti ber-Kompromi di tengah, melainkan mencari alternatif ketiga dan mencapai puncak. Sinergi adalah perbedaan bukan persamaan. Sinergi akan membangun Kerjasama-kerjasama Kreatif dengan cara menghormati perbedaan, membangun kekuatan dan mengkompensasikan kelemahan. Contoh Sinergi sebagai Kerjasama Kreatif dalam dunia pendidikan Banyak perumpamaan Sinergi dalam pendidikan, sebagaimana berikut ini: Guru Mata Pelajaran (IPA) dan Guru PAI (pendidikan Agama Islam) bergabung (Team Teaching) dalam suatu pembelajaran di kelas, yang mana dengan bergabungnya mereka, guru matapelajaran dapat memberikan pembelajaran tentang proses kelahiran anak hewan melalui media yang digunakan oleh guru mata pelajaran namun di selah-selah tersebut guru PAI menyisipkan "pelajaran agama" dengan memberikan pengetahuan akan kejadian manusia dengan media "hewan" yang disampaikan oleh guru mata pelajaran dengan ditambahkan wahyu-wahyu Allah yang menjelaskan akan kejadian tersebut. Hasilnya tentu lebih maksimal dibandingkan berjalan sendiri-sendiri pada pembelajaran yang berbeda. Contoh lainnya yang dapat dilihat dalam kehidupan sekitar kita adalah Konsep Pujasera – Pusat Jajanan Serba Ada, dimana terdapat banyak outlet makanan dan minuman berkumpul bersama, sehingga pelanggan akan mempunyai alternatif pilihan makanan dan minuman yang variatif. Hal ini otomatis meningkatkan omset masing-masing outlet dibandingkan jika mereka berdiri terpisah pada tempat yang berbeda pula. Dalam dunia pendidikan Pujasera dapat diibaratkan sebuah lembaga pendidikan yang memiliki banyak ektrakurikuler sebagai wadah pengembangan diri anak didiknya. Dengan banyaknya pilihan maka anak akan mengetahui bakat mereka untuk mengikuti kegiatan ektrakurikuler sesuai dengan bakat mereka. Sinergi adalah Proses, dan perlu waktu dalam membangunnya. Sekali terbangun maka Sinergi akan menjadikan bentuk-bentuk Kerjasama Kreatif dan Inovatif. Adaptasi dari artikel "http://ikhtisar.com" judul "Hebatnya Sinergi Membentuk Kerjasama Kreatif dalam Organisasi Bisnis Anda Posted by admin in Manajemen Strategi On June 23, 2013"

Selasa, 28 Oktober 2014

SUMPAH PEMUDA

Dengan memperingati sumpah pemuda 2014 mari kita dukung pemerintahan "kabinet kerja" dengan semangat yang telah lahir dari pemuda-pemudi terdahulu. dalam sebuah pepatah mengatakan "inna fi yadi su'bani amru lilummati" yang kurang lebih artinya "sesungguhnya ditangan pemuda terdapat masa depan ummat", mengutip kalimat tersebut bahwa keberadaan masa depan ummat atau bangsa ini sebenarnya telah dimulai oleh pemuda-pemudi tanggal 28 Oktober 1928, bersatunya mereka dengan deklarasi sumpah pemuda "Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia, Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia, Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia" sebagai bukti dimulainya perubahan ada pada pemuda adalah benar adannya. Ketimpangan terjadi belakangan ini dapat kita lihat bersama bahwa pemuda yang seyogyanya menjadi "agen of change" berubah menjadi "agen of error" meskipun "tidak semua pemuda". Banyak kita jumpai baik di media sosial, televisi pemuda-pemudi kita menjadi "sasaran empuk" dari gempuran budaya tanpa ada benteng, budaya "style, hedonisme, konsumerisme dll" memiliki sumbangsih yang besar terhadap prilaku pemuda-pemudi khususnya di Indonesia. to be continue.............

Senin, 27 Oktober 2014

Pramuka "MIDA"

Assalamualaikum, Wr. Wb Keebradaan kegiatan extrakurikuler pramuka di MI Minhajul Huda adalah sebagai ajang pembekalan anak didik dalam menjalani kehidupan. Dalam proses kegiatannya pramuka mendidik anak agar dapat mengendalikan emosi dengan selalu mengedepankan kebersamaan dan kerja TIM untuk mencapai tujuan. proses tersebut bertujuan agam anak didik tidak "egois" dan "sombong" ketika menjadi anggota masyarakat. dengan tujuan tersebut harapnnya anak didik dapat diterima oleh masyarakat sekitar. Kegiatan Pramukan juga mendidik anak agar dapat memiliki karakter kemandirian, dengan karakter tersebut anak didik dibekali dengan berbagai pelajaran untuk mendukungnya. Memasak, mandi dan mencari bahan bakar pada saat perkemahan serta mengelola waktu menjadi pembelajaran tak langsung kepada anak untuk tujuan kemandirian tersebut. sebagaimana tujuan "Pramuka" yang dapat dilihat di http://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_Pramuka_Indonesia Gerakan Pramuka bertujuan untuk membentuk setiap pramuka: (a) memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, berkecakapan hidup, sehat jasmani, dan rohani; (b) menjadi warga negara yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam lingkungan